Oleh: sheinastya | Juni 23, 2009

Teh 19.000

Hari Senin kemarin aku lagi bingung enaknya nulisa apa ya buat blog-ku yg d lama vakum gara2 keasyikan fb (lagi,lagi, lagi, dan lagi…..)tapi tak dinyana ad inspirasi datang, dan itu dari pak Ha alias bokapku dewe…gini ceritanya..

 

Bapak itu pensiunan pajak, tapi mpe skrang te2p jd konsultan pajak terutama buat dokter2 di surbay. Nah siang itu, bapak janjian sama salah satu dokter si RS.Siloam (dulu namanya Budi Mulia), janjian di tempat biasanya yaitu Excelso. Hahaha….kali ini bapak bilang ma dokter itu, kalo bapak yang ntraktir, ya dokter itu senyum2 aja (mbathin tapi..), n bapak jg ngganti menu yg biasanya bapak pesen,yaitu roti ma kopi jadi cuma secangkir teh…

Setelah lama nggedhab……tibalah saat membayar tiba (dokter itu juga pamit karena mo ngoperasi pasien, padahal aku yakin pasti gak kuat nahan ketawa). Kasir Excelso kemudian menyapa Bapak, “selamat siang bapak…sudah lama gak kesini, apa kabar?” lanjut lagi….”kok tumben Bapak yang mbayar, biasanya bu Dokter yang ntraktir…”

Bapakq bilang “aduh mbak, saya malu kalo dibayarin terus, kan saya juga pengen gantian ntraktir…”  sesaat kemudian…” oke mbak, berapa semua?????” ( bapak merogoh uang di kantongnya…n diambillah uang sebanyak 2.000 rupiah kemudian diberikan ke mbak kasirnya)

“lho pak….kok 2.000?????” kata kasir

“saya dan dokter kan cuma minum secangkir teh”  Bapak menjawab

“(tertawa kecil)…maaf bapak, kafe kami pangsa pasarnya untuk kelas menengah ke atas, jadi secangkir teh itu harganya Rp 19.000,00?cangkirnya….”

(kau tahu, bapakq asli surbay jadi udah biasa buat beliau untuk “miso” ato yang biasa aku bilang sebagai “the miracle word”) “Diamputttttttt…………..siji iku regane 19.000?????????????????????gak salah ta mbak???????????????????” Bapak takjub

“iya benar bapak….harganya memang segitu, kalau tidak percaya coba lihat menunya” (mbak kasir tertawa ngakak)

“lha biasanya saya minum kopi plus roti itu harganya berapa mbak????”

“itu kalau bapak tahu, kira2 ya 2x lipatnya harga teh ni pak???”

“waduh…sik ya mbak (sambil nyari uang 50rb buat mbayar)” n g lama bapak bilang lagi…”mbak kalo gitu besok2 saya gak mau kesini lagi…larang tenan..padahal nang warung regane 500-1000 rupiah…*angkrik!!!!”

“ya Bapak minta bu dokter lagi yang ntraktir, kan kaya pak??” (mbak kasir semakin ngakak)

“yo wis mbak matur suwun ya….Asslkm”

Kata Bapak selama dalam perjalanan pulang, gak berhenti2nya beliau miso2…n menceritakan ni ke orang2, pak taxi, aku, tetanggaku, saudara2ku…hahaahahahaaaaaaaaaaaaaaaaa

ujung kalimatnya :

“Kok bisa ya secangkir teh harganya 19.000???itu aneh sekali…gak umum gitu lo….”

(maaf ya pak…tapi aku suka ma kekolotannya bapak….tx 4 the story)

Iklan

Responses

  1. heh…jarene, kamu pengin isi blognya MO.. 😀


    sik ta lha mas…aku juga t kalah sibuk denganmu…cwieee

  2. oalah bapak…bapak…
    moga gak nurun ke anak 😀

  3. keasyikan fb …..? jd bener ya,,facebook make blog looks so 2004…

    bener tu,,nurun ke anaknya gk ya,,? hueehee…

  4. wakakakakak……….. onok-onok ae Nes…………

  5. hehehehhe……

    yaaa…….begitulah kayaknya para ortu kita ya mbak??

  6. Hah????
    Secangkir Rp 19.000 ribu, nggak salah tah???
    Teh apa’an tuh, kok mahal amat sih??

    teh manis

  7. Hmm, mahal karna tempat keknya, bukan karna tehnya :p

    Jadi inget suatu iklan:
    Susu kok dibilang teh 😉

    hehehe…


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Kategori

%d blogger menyukai ini: